Sabtu, 28 Januari 2012

sekelumit kisah tentang kita


Aku tak tahu harus memulai semuanya dari mana. Yang kutahu hanyalah aku ingin menulis kisah tentang kita.
Ya tentang kita.
Entah beberapa kali aku tersentak pada kenyataan bahwa kini kita telah benar” terpisah. Setelah dalam 2 bulan qt benar” bersama dalam 1 bangunan. Yang aku yakin sebelumnya aku belum pernah menemuka saudara seperti kalian.
Persahabatan kita terlalu indah untuk dilukiskan. Persaudaraan kita terlalu sulit untuk didapatkan.
Kita berkumpul, lalu kita dipisahkan. Mungkin itu biasa dalam alur kehidupan. Tapi tidak untuk kali ini. Perpisahan kali ini benar” menyisakan luka untukku. Dan jujur, aku belum pernah merasa seterluka ini sebelumnya. Entah kenapa aku merasa benar” terluka.
Luka ini, adalah tentang kisah kita.
Kisah sekumpulan anak manusia yg mencoba meraih sekecup mimpi mereka. Meski belum berhasil tapi canda tawa tetap menghiasi hari” yang beku, menghangatkan.
Kita seperti bola billiyard yg dikumpulkan di tengah segitiga yg membentuk kita. Didalam segitiga itu kita tetaplah kita. Saling memberi corak warna yang indah. Yang nantinya kita juga akan memencar kearah masing”.
Tapi saat berada dalam segitiga adalah hal yg indah untuk dikenang. Teramat indah, hingga terluka hati sebab ragu, akankah menemuinya lagi? Gradasi warna dalam satu perkumpulan, tanpa memudarkan warna lainnya.
Ini kisah tentang kita
Sang ketua yang sungguh” bertanggung jawab. Setelah aku kembali, aku baru tahu, bahwa dia pernah beberapa kali menelepon orang tua kami menanyakan tentang kelanjutan study kami. Ia yang terlihat sangat khawatir saat kami para akhwat memutuskan untuk tetap tinggal di negri sana tanpa ada pendamping sama sekali. Sedangkan para ikhwan mwmutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia satu” orang yg sangat khawatir jika kita belum makan. Ia yg sangat khawatir saat ada yang sakit. Ia yang tak pernah bisa melihat kami diam seribu bahasa, wajah tanpa expresi. Maka ia akan membuat kami merasa benar” terhibur dengan kehadirannya. Ia yg mencairkan suasana yg beku. Setegang apapun itu.
Ini kisah tentang kita teman
Seorang penulis sekaligus munsyid. Si genius yang serba tau. Hingga ia dipanggil syekh oleh syekh betulan. Ia adalah seorang chef yang bisa diandalkan. Yang sering dimintai membetulkan masakan yang gagal. Meski tampangnya serius, terkadang ia tampak begitu polos dg kopiah dan jaketnya yang kebesaran. Ia tempat kami bertanya kosa kata yang tidak kita fahami. Ia merupakan sosok teladan diantara kami dalam hal hafalan. Dan dialah orang yg paling banyak memiliki argumentasi saat mendesak kami para akhwat untuk ikut pulang ke Indonesia.
Ini masih kisah tentang kita teman
Dia paling muda diantara kami. Tapi kualitas hafalannya diatas kami. Awalnya memnganggap dia sok cool. Tapi lama kelamaan disadari bahwa memang itulah gaya dia. Dia yang sering membantu kami menyalakan pemanas ruangan kami yang kadang” ngadat gak jelas. Dia juga hobby fotografi. Ulahnya seringkali mengundang senyum sambil geleng”. Gayanya terkadang tak disangka”.
Ini kisah tentang kita teman
Tak apa criwis, yang penting shalihah. Seorang aktifis kampus yg memiliki segudang cerita dalam hidupnya. Ia yang mengajariku memasak selama 2 bulan. Hingga akhirnya aku berani membalik telur goring dan membuat tumis sawi. Bersamanya 24 jam sehari selama 2 bulan tak juga membuatku bosan mendengarkan kisahnya. Bersamanya ku saksikan sunrise dan sunset yang indah ditiap harinya. Menyanyikan lirik” edcoustic, sigma dan maher zain bersamanya. Naik turun tangga dg dendangaan nada “o God thank you for giving us strang to hold on, and now we here togheter” yg itu” saja. Bersamanya, berteriak” mengikuti backsound digimon dan film” yang pernah kami tonton.
Ini juga kisah tentang kita
Seorang anak manusia yg bukan siapa” dan tak tahu apa”. Tiba” ia harus bergaul dengan orang” hebat. Yang seringkali tak bisa menahan lelehan air mata. Entah itu sedih, bahagia, terharu, atau terluka. Ia yg masih sangat merasa bingung bagaimana cara bersikap kepada orang yang baru dikenalnya, sehingga seringkali merepotkan yang lain. Ia yg telah menularkan cintanya pada kopi kepada teman kamarnya.
Itulah teman, sekelumit kisah tentang kita. Kita kenang yg indah, agar kelak kita bisa menciptakan kisah lain tentang keindahan ukhuwah di negri lain. Belum sempat terucap kata maaf dan terima kasihku pada kalian. Yang telah mewarnai hari” ku. Kalian yang telah membuat hariku bergradasi indah. Penuh warna. Gelap dan terang.
Moga suatu hari nanti, kita dipertemukan kembali. Dalam kisah yang lebih indah. Amiin….
Keep hamasah teman” J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar