Aku tak tahu harus
memulai semuanya dari mana. Yang kutahu hanyalah aku ingin menulis kisah
tentang kita.
Ya tentang kita.
Entah beberapa kali
aku tersentak pada kenyataan bahwa kini kita telah benar” terpisah. Setelah
dalam 2 bulan qt benar” bersama dalam 1 bangunan. Yang aku yakin sebelumnya aku
belum pernah menemuka saudara seperti kalian.
Persahabatan kita
terlalu indah untuk dilukiskan. Persaudaraan kita terlalu sulit untuk didapatkan.
Kita berkumpul,
lalu kita dipisahkan. Mungkin itu biasa dalam alur kehidupan. Tapi tidak untuk
kali ini. Perpisahan kali ini benar” menyisakan luka untukku. Dan jujur, aku
belum pernah merasa seterluka ini sebelumnya. Entah kenapa aku merasa benar” terluka.
Luka ini, adalah
tentang kisah kita.
Kisah sekumpulan
anak manusia yg mencoba meraih sekecup mimpi mereka. Meski belum berhasil tapi
canda tawa tetap menghiasi hari” yang beku, menghangatkan.
Kita seperti bola
billiyard yg dikumpulkan di tengah segitiga yg membentuk kita. Didalam segitiga
itu kita tetaplah kita. Saling memberi corak warna yang indah. Yang nantinya
kita juga akan memencar kearah masing”.
Tapi saat berada
dalam segitiga adalah hal yg indah untuk dikenang. Teramat indah, hingga terluka
hati sebab ragu, akankah menemuinya lagi? Gradasi warna dalam satu perkumpulan,
tanpa memudarkan warna lainnya.
Ini kisah tentang
kita
Sang
ketua yang sungguh” bertanggung jawab. Setelah aku kembali, aku baru tahu,
bahwa dia pernah beberapa kali menelepon orang tua kami menanyakan tentang
kelanjutan study kami. Ia yang terlihat sangat khawatir saat kami para akhwat
memutuskan untuk tetap tinggal di negri sana tanpa ada pendamping sama sekali.
Sedangkan para ikhwan mwmutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia satu” orang yg
sangat khawatir jika kita belum makan. Ia yg sangat khawatir saat ada yang
sakit. Ia yang tak pernah bisa melihat kami diam seribu bahasa, wajah tanpa
expresi. Maka ia akan membuat kami merasa benar” terhibur dengan kehadirannya.
Ia yg mencairkan suasana yg beku. Setegang apapun itu.
Ini kisah tentang
kita teman
Seorang
penulis sekaligus munsyid. Si genius yang serba tau. Hingga ia dipanggil syekh
oleh syekh betulan. Ia adalah seorang chef yang bisa diandalkan. Yang sering
dimintai membetulkan masakan yang gagal. Meski tampangnya serius, terkadang ia
tampak begitu polos dg kopiah dan jaketnya yang kebesaran. Ia tempat kami
bertanya kosa kata yang tidak kita fahami. Ia merupakan sosok teladan diantara
kami dalam hal hafalan. Dan dialah orang yg paling banyak memiliki argumentasi
saat mendesak kami para akhwat untuk ikut pulang ke Indonesia.
Ini masih kisah
tentang kita teman
Dia
paling muda diantara kami. Tapi kualitas hafalannya diatas kami. Awalnya
memnganggap dia sok cool. Tapi lama kelamaan disadari bahwa memang itulah gaya
dia. Dia yang sering membantu kami menyalakan pemanas ruangan kami yang kadang”
ngadat gak jelas. Dia juga hobby fotografi. Ulahnya seringkali mengundang
senyum sambil geleng”. Gayanya terkadang tak disangka”.
Ini kisah tentang
kita teman
Tak apa criwis, yang penting shalihah. Seorang aktifis kampus yg memiliki
segudang cerita dalam hidupnya. Ia yang mengajariku memasak selama 2 bulan.
Hingga akhirnya aku berani membalik telur goring dan membuat tumis sawi.
Bersamanya 24 jam sehari selama 2 bulan tak juga membuatku bosan mendengarkan
kisahnya. Bersamanya ku saksikan sunrise dan sunset yang indah ditiap harinya.
Menyanyikan lirik” edcoustic, sigma dan maher zain bersamanya. Naik turun
tangga dg dendangaan nada “o God thank you for giving us strang to hold on, and
now we here togheter” yg itu” saja. Bersamanya, berteriak” mengikuti backsound
digimon dan film” yang pernah kami tonton.
Ini juga kisah
tentang kita
Seorang
anak manusia yg bukan siapa” dan tak tahu apa”. Tiba” ia harus bergaul dengan
orang” hebat. Yang seringkali tak bisa
menahan lelehan air mata. Entah itu sedih, bahagia, terharu, atau terluka. Ia
yg masih sangat merasa bingung bagaimana cara bersikap kepada orang yang baru
dikenalnya, sehingga seringkali merepotkan yang lain. Ia yg telah menularkan
cintanya pada kopi kepada teman kamarnya.
Itulah teman,
sekelumit kisah tentang kita. Kita kenang yg indah, agar kelak kita bisa
menciptakan kisah lain tentang keindahan ukhuwah di negri lain. Belum sempat
terucap kata maaf dan terima kasihku pada kalian. Yang telah mewarnai hari” ku.
Kalian yang telah membuat hariku bergradasi indah. Penuh warna. Gelap dan
terang.
Moga suatu hari
nanti, kita dipertemukan kembali. Dalam kisah yang lebih indah. Amiin….
Keep hamasah teman”
J